Karakteristik Geoteknik Tanah Teralterasi Hidrotermal Pada Lereng Jalan Ponorogo-Pacitan KM 226

Authors

  • Aulia Akbarrina Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • M. Sufyan Tsaury Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Edwin Octavianto Saputra Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Zikra Fauzan Virawan Universitas Muhammadiyah Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.31943/jri.v12i1.321

Keywords:

alterasi hidrotermal, kuat geser tanah, faktor keamanan lereng, indeks plastisitas

Abstract

Kawasan lereng Jalan Ponorogo-Pacitan KM 226 mengalami ketidakstabilan berulang akibat transformasi mineralogi batuan melalui proses alterasi hidrotermal. Fenomena ini menghasilkan mineral lempung berplastisitas rendah hingga sedang yang secara fundamental mengubah respons mekanik massa tanah terhadap infiltrasi air. Kajian ini bertujuan mengungkap karakteristik fisik, indeks, dan mekanik tanah teralterasi, sekaligus menelaah hubungan antara sifat mineralogi dan perilaku geoteknik yang dihasilkan. Program pengujian laboratorium mencakup kadar air alami, berat jenis butiran, analisa saringan, batas-batas Atterberg, dan direct shear. Lapisan lempung tengah lereng sebagai bidang gelincir utama menunjukkan batas cair (LL) 33,34%, batas plastis (PL) 20,34%, dan indeks plastisitas (IP) 13,00%, terklasifikasi sebagai CL dalam sistem USCS. Pengujian direct shear menghasilkan kohesi c = 33,34 kPa dan sudut geser dalam φ = 13° pada kondisi asli. Pada kondisi jenuh air, parameter kuat geser mengalami degradasi menjadi c' = 22,23 kPa dan φ' = 8,67°, setara penurunan 33%. Degradasi ini dikendalikan oleh sifat higroskopis dan ekspansif mineral lempung yang melemahkan ikatan elektrokimia antar partikel dan membangun swelling pressure dalam pori tanah. Hasil kajian menegaskan bahwa intensitas alterasi hidrotermal merupakan variabel pengendali dominan kerentanan lereng, dan karakterisasi mineralogi tanah menjadi prasyarat perencanaan mitigasi longsor yang efektif.

Downloads

Published

2026-07-22