Jurnal Rekayasa Infrastruktur
https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri
<p>Jurnal Rekayasa Infrastruktur aims to advance the development of sustainable infrastructure, as well as the dissemination of conceptual ideas and the implementation of countermeasures, particularly in the tropics, which are vulnerable to disasters. Specifically, we look to publish work with the potential to make real-world contributions to improving both local communities' and countries' readiness for and responsiveness to natural disasters. This includes original research, technical notes, policy articles, and editorials from the following areas of civil engineering.</p>Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodraen-USJurnal Rekayasa Infrastruktur2460-335XAnalisis Perbandingan Perbaikan Perkerasan Lentur Dengan Metode Surface Distress Index (SDI) ( Studi Kasus : Jalan Kepahiang Pagar Alam )
https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri/article/view/274
<p>Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan yang ada di kabupaten Empat Lawang, sehingga mempengaruhi kondisi jalan hal ini menyebabkan kerusakan pada jalan seperti berlubang, amblas, retak dan kegemukan. adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Teknik perbaikan jalan yang tepat untuk menangani masalah kerusakan yang terjadi pada jalan Kepahiang Pagar Alam serta dapat mengetahui anggaran biaya perbaikan perkerasan lentur jalan. Metode yang digunakan adalah metode SDI (<em>Surface Distress Index</em>). Berdasarkan hasil perhitungan penilaian Surface Distress Index (SDI) didapatkan nilai SDI sepanjang Jalan Lintas Kepahiang Pagar Alam Kabupaten Empat Lawang Sta 05+ 000 sampai dengan Sta 07+000 yaitu 4 (Empat) dengan kondisi Baik. Dan 6 (Enam) kondisi Jalan sedang. Berdasarkan hasil presentase kondisi permukaan nilai SDI perkerasan diatas didapatkan sebesar 40% Sta mengalami kondisi perkerasan baik, dan sebesar 60% Sta mengalami kondisi rusak sedang.</p>Wanti WantiAulia Choiri WindariArief Subagyo
Copyright (c) 2024 Jurnal Rekayasa Infrastruktur(
2024-11-272024-11-2710210110810.31943/jri.v10i2.274Metode Numerik Dan Alat Komputasi Untuk Menilai Keandalan Sistem Infrastruktur Dan Kerentanan Bahaya Gempa
https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri/article/view/272
<p class="IsiAbstrakIndonesia"><span lang="IN">Letak geografis Indonesia berada di wilayah Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yakni pertemuan tiga lempeng tektonik dunia seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Oleh sebab itu, Indonesia termasuk negara yang rawan dilanda bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi hingga tsunami. Dengan adanya kerentanan bahaya alam yang berpotensi diwilayah indonesia maka sangat diperlukan sebuah mitigasi atau penilaian keandalan sistem infrastruktur dan kerentanan bahaya gempa dalam setiap bangunan fasilitas umum yang ada. Dalam penilaian keandalan dan kerentanan bisa digunakan dengan methode numerik dan alat komputasi yaitu dalam artikel ini menyampaikan salah satu software yang bisa digunakan dalam membantu membuat pemodelan sebuah konstruksi dan bisa memprediksi kerentanan bahaya dari setiap tahap gempa yang diterima oleh bangunan tersebut. Dalam pemodelan ini juga bisa memprediksi seberapa besar beban gempa yang bisa diterima oleh bangunan ini sampai mengalami runtuh. Dalam penelitian ini analisa yang menggunakan metode Analisis Pushover dengan software seismostruct yang dimana nanti akan menghasilkan sebuah kurva kapasitas. Hasil dari kurva kapasitas maka bisa digunakan sebagai parameter untuk membuat kurva kerapuhan yaitu hubungan antara probabilitas dengan perpindahan dari respon spektral. Dari hasil kurva kerapuhan dapat diprediksi pada kondisi bagaimana bangunan tersebut mengalami kerusakan ringan, sedang, berat dan runtuh dengan asumsi beban gempa yang semakin meningkat.</span></p>Sri WantoSherly DeviantyAprilia WulandariMamik Wantoro
Copyright (c) 2024 Jurnal Rekayasa Infrastruktur
2024-11-272024-11-27102596510.31943/jri.v10i2.272Pengaruh Kebijakan K3 Terhadap Kinerja Karyawan Pada Proyek Pembangunan Irigasi Kecamatan Cantigi
https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri/article/view/276
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel independen (Komitmen Top Manajemen, Peraturan dan Prosedur K3, Komunikasi Pekerja, Kompetensi Pekerja, Lingkungan Kerja, Keterlibatan Pekerja) terhadap variabel dependen (Kinerja Karyawan) di sebuah proyek konstruksi irigasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 63 responden dan dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel independen secara signifikan berkontribusi terhadap kinerja karyawan. Variabel Komunikasi Pekerja menunjukkan korelasi tertinggi dengan kinerja karyawan, diikuti oleh Komitmen Top Manajemen dan Peraturan dan Prosedur K3. Selain itu, instrumen pengukuran untuk semua variabel menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha.</span></p>Rossa PuspitaHamdani AbdulganiMahdika Putra Nanda
Copyright (c) 2024 Jurnal Rekayasa Infrastruktur(
2024-11-272024-11-271028910010.31943/jri.v10i2.276Optimasi Waktu Pelaksanaan Proyek Pembangunan Infrastruktur Gedung Dan Laboratorium Dengan Metode PERT dan CPM
https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri/article/view/273
<p>Proyek merupakan suatu kegiatan usaha untuk mencapai tujuan akhir dengan segala batasan yang ada seperti waktu, kualitas, dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi jadwal proyek konstruksi menggunakan metode <em>Critical Path Method (CPM) </em>dan <em>Program Evaluation and Review Technique (PERT) </em>untuk menentukan jaringan kerja, kegiatan kritis, jalur kritis, dan menganalisis durasi maupun biaya yang optimal. Studi kasus dilakukan pada Proyek Pembangunan <em>Power House</em> menggunakan data sekunder dari lapangan. Berdasarkan data yang bersumber dari lapangan, diketahui bahwa durasi normal pada proyek tersebut diselesaikan selama 98 hari dengan total biaya sebesar Rp Rp1.618.398.310. berdasarkan hasil analisis dan kegiatan optimasi yang dilakukan menggunakan metode CPM dan PERT memberikan hasil berupa jalur kritis pada kegiatan P1, P2, P61, P66, P67, P68, P69, P70, P71, P72, P73, P74. Selanjutnya, perencanaan percepatan dilakukan sehingga menghasilkan waktu yang dipercepat hingga 84 hari. Durasi percepatan memiliki nilai probabilitas 62,5% untuk penyelesain proyek tersebut selama 84 hari serta dengan penambahan total biaya menjadi Rp1.621.197.326</p>Ajud Kadlel ZamzamiWachid HasyimNono Suhana
Copyright (c) 2024 Jurnal Rekayasa Infrastruktur(
2024-11-272024-11-2710210911510.31943/jri.v10i2.273Optimalisasi Kinerja Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Melalui Building Information Modelling
https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri/article/view/271
<div><span lang="IN">Di Indonesia industri jasa konstruksi merupakan bisnis dengan tingkat risiko tinggi dilihat dari variabel kinerja proyek konst</span></div> <div><span lang="EN-US">r</span></div> <div><span lang="IN">uksi, terutama proyek konstruksi bangunan gedung. Konstruksi bangunan gedung memiliki variabel unit pekerjaan lebih banyak dan rumit dibandingkan dengan proyek konstruksi lainnya. Kinerja proyek konstruksi diukur melalui efisiensi biaya pelaksanaan, peningkatan mutu hasil pekerjaan dan ketepatan penyelesaian waktu pelaksanaan. Pemerintah melalui PERMEN PU No. 22/PRT/M/2018 tentang Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung Negara, telah mewajibkan industri jasa konstruksi wajib menggunakan <em>Building Information Modelling</em> (BIM) dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan gedung terutama Gedung milik negara. Penulisan makalah ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja proyek konstruksi bangunan gedung pada proyek pembangunan Gedung Kantor Presiden di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Untuk mengukur dan mengetahui pengaruh Implementasi BIM terhadap efektivitas kinerja proyek konstruksi terhadap variable biaya, mutu dan waktu menggunakan metode pendekatan <em>perceived ease of use</em> (PEoU), <em>perceived usefulness</em> (PU). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi BIM memiliki dampak positif terhadap efektivitas proyek sehingga dapat disimpulkan bahwa BIM memiliki dampak terhadap efisiensi biaya pelaksanaan secara sebagian maupun secara keseluruhan, peningkatan hasil mutu pekerjaan dalam hal ini mengurangi jumlah pekerjaan ber-ulang dan percepatan waktu pelaksanaan</span></div>Denny Magni SundaraTiorivaldi TiorivaldiAhyaudin Sodri
Copyright (c) 2024 Jurnal Rekayasa Infrastruktur
2024-11-272024-11-27102667410.31943/jri.v10i2.271Studi Eksperimental Substitusi Fly Ash 30%, 35% dan 40 % Pada Beton SCC Terhadap Waktu Ikat, Flowability, Porositas dan Kuat Tekan Beton dalam Resistensi Asam Sulfat
https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri/article/view/278
<p>Kualitas beton sering kali terpengaruh oleh kurangnya pemadatan yang optimal. Teknologi <em>Self-Compacting Concrete</em> (SCC) menawarkan solusi dengan kemampuannya untuk mengalir sendiri dan mengisi cetakan tanpa pemadatan manual. Namun, produksi semen yang diperlukan untuk beton berdampak buruk bagi lingkungan karena menyumbang sekitar 5% dari total emisi CO2. <em>Fly ash</em> merupakan limbah dari PLTU yang menjadi alternatif dengan mengurangi kebutuhan semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi <em>fly ash</em> pada beton SCC dengan kadar 0%, 30%, 35%, dan 40% terhadap waktu pengikatan, <em>flowability</em>, porositas dan kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan perendaman dalam larutan asam sulfat sebesar 2% selama 21 hari. Pengujian dilakukan di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Penelitian menunjukkan hasil tertinggi substitusi <em>fly ash</em> terjadi di kadar 40% dengan hasil peningkatan waktu ikat awal sebesar 100% (<em>initial setting</em>), peningkatan 77% (<em>final setting</em>), peningkatan <em>flowability </em>sebesar 12% namun menurunkan angka porositas hingga 39% dan meningkatkan kekuatan dan ketahanan beton SCC terhadap asam sulfat sebesar 58% dibandingkan beton SCC normal tanpa <em>fly ash</em>. Terlihat bahwa semakin tinggi kandungan <em>fly ash </em>dalam campuran beton SCC dapat meningkatkan kekuatan, ketahanan terhadap asam sulfat dan efisiensi dalam pengerjaan beton SCC, namun dapat memperpanjang waktu perkerasan beton SCC itu sendiri</p>Bagus JaelaniAdji Putra Abriantoro
Copyright (c) 2024 Jurnal Rekayasa Infrastruktur(
2024-11-272024-11-27102758810.31943/jri.v10i2.278