Evaluasi Struktur Bangunan Low Rise Terhadap Pengaruh Gempa Dengan Pendekatan Statik Ekuivalen

Authors

  • Midia Rahma Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Zikra Fauzan Virawan

DOI:

https://doi.org/10.31943/jri.v11i2.309

Keywords:

Analisis statik ekuivalen, SNI 1726:2020, ATC-40, bangunan low-rise, kinerja struktur

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan gempa bumi tinggi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Sejumlah peristiwa gempa besar seperti Aceh 2004 (Mw 9,2), Yogyakarta 2006 (Mw 6,3), Padang 2009 (Mw 7,6), Lombok 2018 (Mw 7,0), dan Cianjur 2022 (Mw 5,6) telah menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan bertingkat rendah (low-rise) terhadap beban gempa menggunakan metode analisis statik ekuivalen. Obyek penelitian adalah bangunan dua lantai yang berfungsi sebagai kantor, berlokasi di Kabupaten Klaten, dengan mutu beton fc’ 25 MPa dan baja fy 360 MPa. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga dengan parameter gempa sesuai SNI 1726:2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai simpangan antar lantai (interstory drift) berada jauh di bawah batas maksimum 0,025H yang diizinkan oleh SNI 1726:2020. Berdasarkan penilaian kinerja struktur menggunakan kriteria ATC-40, bangunan termasuk dalam kategori Immediate Occupancy (IO), yang berarti struktur tetap aman dan dapat difungsikan segera setelah gempa rencana terjadi. Dengan demikian, bangunan low-rise di lokasi penelitian dinyatakan memenuhi persyaratan kinerja struktur terhadap pengaruh gempa.

Kata kunci: Analisis statik ekuivalen; SNI 1726:2020; ATC-40; bangunan low-rise; kinerja struktur.

Downloads

Published

2025-12-21